Dampak positif makan coklat ?

Kata coklat mengingatkan kita akan makanan manis. Namun coklat cenderung ditakuti oleh masyarakat karena dapat meningkatkan kolesterol dan merusak gigi. Dengan kandungan gula dan lemak didalamnya dapat menambah berat badan. Akibat anggapan tersebut, mengkonsumsi coklat mulai dikurangi. Para orang tua juga mulai melarang anak-anaknya mengkonsunsumsi coklat berlebihan, dengan alasan dapat merusak gigi. Padahal, coklat sangat disukai banyak orang.
Cokelat dihasilkan dari Pohon kakao (Theobroma cacao) yang diperkirakan mula-mula tumbuh di daerah Amazon utara sampai ke Amerika Tengah. Proses pembuatan coklat membutuhkan banyak waktu dan ketelitian. Tahap pertama dalam proses pembuatan coklat adalah membersihkan biji kakao. Dalam tekhnologi pembuatan coklat, kebanyakan tergantung pada kemampuan menghasilkan formula yang benar untuk memperolah hasil akhir yang diinginkan melalui seleksi biji coklat. Untuk menghasilkan coklat yang aromanya kuat, biji kakao di panggang, lalu dibakar minimum 30 menit sampai 2 jam. Setelah dipanggang biji kakao segara didinginkan dan dipisahkan dari kulitnya. Kemudian biji kakao yang mengandung 53% cocoa butter siap digiling. Hasilnya akan menjadi coklat pahit atau unsweetened chocolate. Perbedaan yang mendasar dalam pembuatan coklat bubuk dan coklat padat adalah jika coklat bubuk dibuat dengan menghilangkan beberapa persen cocoa butter, maka coklat padat dibuat dengan manambahkan cocoa butter.
Kandungan coklat. Coklat kaya vitamin dan mineral, seperti Phosphor, Magnesium, Potassium, Zinc, Sodium, Fluoride, Vit A, B1, C, D, dan E. Dalam 100gr coklat terdapat 506 calories didalamnya. Tapi beberapa ilmuwan berpendapat bahwa efek dari coklat lebih kepada phsycologic effect, dengan rasanya yang enak membuat anda lebih baik.
Tips dengan kategori yang sama :